Wednesday, December 6, 2017

Yomiuri Land - Illumination in Tokyo

Musim dingin di Tokyo mungkin tidak bertabur salju dengan indah layaknya di negara-negara Eropa atau bahkan bagian utara Jepang yang sejak November saja sudah menunjukkan indahnya lapisan putih yang menutupi permukaan bumi. Tapi salah satu yang menjadi ciri khas musim dingin di Tokyo adalah: banyaknya illumination!

Illumination ini adalah lampu warna-warni yang dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk suatu landscape cantik, gitu. Sebenarnya illumination ini rata-rata dibuat untuk menyambut christmas yang emang biasanya penuh gemerlap lampu warna-warni gitu, kan. Tapi somehow gue suka aja liatnya karena cantik dan kayak menimbulkan efek-efek estetis dramatis romantis mistis *pret. Oke sebenarnya at first gue nggak terlalu gimana-gimana banget sama illumination karena gue mikirnya halah cuma lampu-lampu doang. But anyway lama-lama gue amazed sendiri sih sama keniatan warga Jepang ini menyusun si lampu-lampu ini yang kadang ditaroh di pohon-pohon sepanjang jalan, atau entah gimana bisa jadi suatu minishow sendiri deh itu landscape penuh kelap-kelip lampu warna-warni. Gara-gara itu, tahun lalu gue jadi suka berburu illumination di berbagai sudut Tokyo barengan sama partner jalan-jalan gue: kak Ulya. Mulai dari yang heboh banget kelap-kelip kayak di Tokyo Midtown Roppongi (yang notabene emang wilayah elite gitu), atau illumination yang ditaroh di pohon-pohon sepanjang sungai Gotanda yang walaupun super simpel tapi cantik banget, sampai illumination yang cuma berupa sederetan lampu pink di Shinjuku.

Daaaan tahun ini, lagi-lagi gue terobsesi buat mengunjungi berbagai illumination, terutama yang nggak sempet gue samperin tahun lalu. List gue adalah: illumination di Shiodome, di sepanjang sungai Naka Meguro, dan di Yebisu Garden Place yang konon kata google sih bagus.

Tapi tak dinyana, ternyata ada sebuah tempat di luar list gue yang illuminationnya super bagus banget parah tiada duanya sampai gue hampir nangis pas liat. Illumination itu berada di sebuah theme park bernama Yomiuri Land yang terletak di daerah Kawasaki. Dan gue have no idea banget soal tempat dan illumination ini sampai ada temen gue yang ngajakin kesitu.

Yomiuri Land - belum semua partnya
Begitu gue turun dari bus yang membawa gue dan temen gue kesana, gue langsung speechless tak bisa berkata-kata saking luas dan bagus banget illuminationnya. Orang-orang lokal yang se-bus dengan gue pun menjerit-jerit "Mecccha kireeei!" yang artinya "Bagus banget gilaaa" gitu kira-kira hahahah. Bahkan temen gue sampe bilang, "Liat dari luar aja apa? Udah cakep." Wkwkwk. Eh btw admission ticketnya seharga 1,400 yen buat yang night admission.

Spiral Tunnel
Walaupun itu theme park yang banyak mainannya, gue sama temen gue sama sekali nggak sempet naikin satupun wahananya. Ya nggak ngincer wahananya juga anyway soalnya itu wahana bocah. Songong amat ya gue padahal naik komidi puter di pasar malem di Depok juga muntah (lebay deeng). Tapi ciyus, ngapain naik wahananya kalo diri ini sudah cukup dipuaskan dengan melihat pendar-pendar warna warni lampu-lampu yang bener-bener nggak ngebosenin walau diliatin terus-terusan. Nah, nilai plusnya juga tempat ini warnanya banyaaak hahaha. Ada yang warna biru doang, pink doang, ijo doang, ada juga yang warna-warni. Jadi matanya nggak capek ngeliat satu warna terus-terusan, kayak foto-foto di bawah ini:

The Lonely Tower in the Middle of Something I Don't Know Whether it's Meant to Be Forest or Ocean Because the Color is Greenish Blue, or Bluish Green?

The Should-Be-Creepy-But-It's-Pink-Anyway Forest
Satu-satunya yang gue sesali adalah gue sampe di tempat ini sekitar jam 19.30 padahal tempat ini tutup jam 21.00 hahaha jadi cuma 1,5 jam doang gue strolling around. Dan menurut gue sangat sayaaaang, kalo bisa tuh harusnya dari sejak matahari terbenam udah ada di sini, ciyus! Oh iya dan di sini juga ada light and water show yang ngingetin gue sama Sound of the Sea nya Sentosa Island hahaha random banget bel.

Oh terakhir, here is the pinpoint of Yomiuri Land yang bisa ditempuh pake Odakyu Line terus disambung naik bus ke arah Yomiuri Land.

https://goo.gl/maps/pj5qduM5n9y

PS: akhirnya gue kesampean ke Shiodome dan ke Yebisu Garden Place. Menurut gue? Yebisu biasa banget (apalagi gue udah ke Yomiuri Land hahaha). Shiodome lebih OK walau awalnya under my expectation juga. Tapi nilai plusnya Shiodome dia tiba-tiba ada musical shownya tiba-tiba terus baguuus ini gue tunjukin sebagian haha.


Tuesday, December 5, 2017

Lengser

Akhirnya setelah satu tahun menjabat menjadi Kadiv Informan PPI Tokodai 2016/2017, saya bisa memberikan tongkat estafet amanah ini kepada kadiv di kepengurusan berikutnya walaupun divisi Informan sudah dipecah menjadi Kominfo dan MSDM. Well Informan ini memang kerjaannya rada over jadi wajar aja kalo akhirnya divisinya dibagi jadi dua bagian gini haha.

Mencatut dari LPJ Informan, di sini saya ingin mengucapkan maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Lurah, kak Anggi Budi Kurniawan dan leluhur Divisi Informan yaitu kak Made Widhi Surya Atman karena entah mengapa telah mempercayai saya untuk melanjutkan tongkat estafet Informan yang sesungguhnya pekerjaannya susah-susah gampang karena saya sesungguhnya tidak begitu menguasai bidang ini. Namun, mereka pula lah yang senantiasa memberikan solusi untuk segala problematika yang dihadapi oleh tim Informan sehingga tim ini masih bisa bertahan hingga akhir kepengurusan dengan segala kekurangannya.

Menjadi BPH PPI Tokodai 2016/2017, khususnya mengepalai tim Informan yang pekerjaannya rutin dan terus-menerus sepanjang kepengurusan, merupakan tantangan tersendiri, mengingat di sinilah konsistensi dan komitmen sungguh benar-benar diuji. Sepanjang kepengurusan, tidak jarang semangat ini naik dan turun sehingga pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan seringkali jauh dari sempurna. Namun keinginan untuk memberikan yang terbaik selalu muncul tiap kali mengingat motivasi awal terbentuknya divisi ini, dimana divisi ini terbentuk untuk menyampaikan informasi bagi seluruh lapisan masyakarat yang membutuhkan, terkait PPI Tokodai pada khususnya, dan tentang perkuliahan di Jepang pada umumnya. Sehingga, kepada Luthfan selaku kadiv Kominfo dan Rezkita selaku MSDM, ingatlah bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama, dan tidak ada hal yang sia-sia jika semuanya diawali dengan niat yang baik.

Akhir kata, sekali lagi saya ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya karena setahun ke belakang kinerjanya masih banyak yang keteteran dan masih meninggalkan banyak PR yang tidak terselesaikan dengan baik, seperti Pusdatin dan website PPI Tokodai. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim Informan 2016/2017 yang sudah mau saya repotkan sepanjang tahun tanpa henti. Terima kasih juga untuk rekan-rekan BPH PPI Tokodai yang selalu men-support dan menjadi tempat curahan hati setiap bulan (ketika rapat).

Dan untuk PPI Tokodai, terima kasih sudah menjadi keluarga di perantauan, yang menyelamatkan dan memberikan warna pada kehidupan studi master saya :)

Informan dari masa ke masa

Berburu Daging

Baru sadar euy udah lama banget nggak ngepost pengalaman bodor gue hahahah. Ya wajar saja yah lagi thesis dan lagi ada permasalahan hati, jadi kayak hati dan pikiran sama-sama sibuk masing-masing ceunah. Tapi gue keinget salah satu kebodoran yang terjadi pas gue jalan-jalan sama temen gue sebelum mulai masuk kuliah semester ini sih.

Jadi, alkisah di sebuah hari Minggu yang tidak cerah, gue dan seorang temen gue pergi untuk berburu daging halal di jagat Tokyo raya ini. Seperti yang kita semua ketahui, mencari daging halal di negeri orang ini tidaklah mudah. Sebenarnya gue pernah sih nyobain beberapa resto daging halal di Tokyo, bahkan ada yang sempet gue review di sini. Tapi kali ini, gue dan temen gue berniat untuk mencari resto yang gue belum pernah hahaha mumpung di Jepun kan kudu nyobain banyak hal ya (ngeles padahal bikin kantong jebol weh).

Sebenarnya ada beberapa resto daging halal yang belum pernah gue cobain. Tapi menimbang lokasi, akhirnya pilihan mengerucut ke: Gyumon Shibuya atau Panga Okachimachi. Dengan pertimbangan bahwasanya si Gyumon ini tempatnya kecil dan males ngantri, akhirnya gue dan temen gue pun melaju ke Okachimachi, which is mayan jauh juga dari Shibuya.

Gara-gara sempet galau lama dan gue pake acara minta temenin ke Etude House dulu pas di Shibuya, jadi lah akhirnya sampe di stasiun Okachimachi pada pukul 3 sore kurang sedikit. Tapi tidak apa-apa, karena kalau semakin lapar semakin bagus dong biar worth it kan mahal juga itu dagingnya. Kami pun berjalan kaki dari stasiun ke TKP, yang kirakira memakan waktu sekitar 10 menitan. Ketika sampai di lokasi, feeling gue udah nggak enak nih karena jalanannya sepi bingit (oke ini nggak nyambung). Dan feeling nggak enak gue diperkuat dengan tertutupnya pintu restoran, dan ditambah dengan papan CLOSED yang digantung di pintu. Yak. Ternyata si Panga ini bukanya dari jam 11.30-15.00 lalu tutup, dan kemudian buka lagi di jam dinner yaitu 17.00-23.00. And why in this world gue sama temen gue kudu sampe disitu jam tiga sore lewat dikit ya Allah -___-

Anyway, mungkin kalo gue dan temen gue udah makan siang atau nggak laper-laper banget, gue dan temen gue bisa aja jalan-jalan spend time dua jam buat nungguin sampe jam 5 di sekitar situ. Tapi berhubung gue lapernya udah kayak mau makan orang, akhirnya gue dan temen gue pun memutuskan untuk kembali ke Gyumon Shibuya - kandidat yang tadinya tidak terpilih. Btw mikir buat akhirnya balik ke Gyumonnya aja udah takes several minutes gitu jadinya sampe di Okachimachi udah hampir jam 4 sore. Kenapa gue nggak balik aja ke Panga coba? Entahlah itu masih jadi misteri Ilahi sampe sekarang.

Di kereta menuju ke Shibuya, temen gue masih gemes karena entah kenapa dia masih beranggapan kalo Gyumon tuh pasti rame terus males ngantrinya. Jadi sibuk deh tu anak nyari-nyari  restoran yakiniku halal yang lain yang bisa kita samperin. Kemudian tiba-tiba, "Bel mau coba ke Roppongi gak?"

Yup, ternyata di Roppongi juga ada restoran yakiniku halal bernama Sumiyakiya. Gue, yang udah gak bisa mikir, langsung masuk ke mode ya udahlah terserah lu aja wkwkwkwk. Dan anyway kalo mau ke arah Roppongi, berarti gue dan temen gue harus ganti line kereta karena berbeda arah gan. Kemudian terjadi drama.

Gue: Berarti harus ganti jadi line apa kak?
Temen gue: Kita harus naik Hibiya Line, bel
G: Hibiya line, berarti kita harus ganti kereta dimana?
(gue dan temen gue ngecek maps)
TG: di stasiun Ebisu bisa deh kayaknya
Lalu tiba-tiba pintu kereta gue kebuka.
Dan tulisan di peronnya: EBISU

Gue dan temen gue liat-liatan sepersekian detik, terus langsung loncat dan lari keluar kereta. Anjir kenapa bisa pas banget. Btw stasiun Ebisu adalah satu stasiun sebelum Shibuya, jadi kalo tadi gue dan temen gue bablas, ya gue dan temen gue bakalan gagal ke Roppongi. Sampai di sini, gue sungguh bersyukur dan langsung bilang ke temen gue, "Oh alhamdulillah berarti emang jalan kita nih biar bisa makan di Roppongi, bukan di Gyumon Shibuya." yang diiyakan juga sama temen gue.

Singkat cerita, pada akhirnya gue dan temen gue sampe di depan Sumiyakiya jam 5 kurang sedikit. Berdasarkan pengecekan yang dilakukan agar tidak mengulangi kebodohan di Panga, restoran ini ternyata memiliki jam buka yang sama dengan Panga hahahah jadi dia baru akan buka jam 5 sore. Jadi gue dan temen gue harus menunggu beberapa menit dulu sebelum restoran ini buka buat dinner. Ya sampe di sini udah agak mencak-mencak sih kayak, yhaa pada akhirnya makannya sore-sore jugaa kenapa nggak nungguin Panga aja wkwkwk tapi yaudahlah udah terlanjur. Pun baik gue maupun temen gue belum pernah ke Sumiyakiya jadi nggak apa-apa lah ya, sekalian jalan-jalan ke Roppongi. Terus aja nyari excuse beeel hahaha.

Lalu jam 5 pun datang, ditandai dengan adanya bunyi-bunyian khas jam 5 sore yang selalu terdengar di seantero Jepang. Gue dan temen gue langsung bergegas membuka pintu restoran Sumiyakiya ini. Jegrek. Kok. Nggak kebuka. Lalu gue dan temen gue hening. Temen gue langsung ngecek apps Halal Gourmet buat ngecek jam buka restoran ini sekali lagi. Lalu. Yang terjadi adalah.

"Bel."
"Apa."
"Restorannya tutup hari Minggu."

Itu gue udah nggak bisa berkata-kata lagi. Merasa bodoh, tapi laper, mau marah, tapi laper, mau ketawa, ya udah akhirnya emang satu-satunya jalan cuma menertawakan kebegoan dan kesekipan gue dan temen gue yang gak ada obat ini. Astagaaaah ngapain pake acara loncat di Ebisu tadiii mendingan bablas sampe Shibuya weh bisa langsung makan di Gyumon wkwkwkw. Takdir macam apa ini ya salaaaam hahahahah duuuh sedih gue bahkan pas ngetik cerita ini mengingat kombinasi mood yang terjadi saat itu.

Anyway.
Pada akhirnya gue dan temen gue makan di Gyumon Shibuya. Dan nggak ngantri sama sekali. Si Gyumon ini baru tiba-tiba rame sekitar sedetik setelah gue dan temen gue masuk ke dalem. Silahkan tertawakan kegoblogan gue dan temen gue yang dari awal sok-sok kaga mau makan di Gyumon. Untungnya dari Roppongi ke Shibuya tinggal naik bus sekali doang jadi gue dan temen gue nggak menderita-menderita amat.

Well.
Kalo emang udah meant to be makan di Gyumon, mau kita mengelak gimana pun, tetep aja endingnya bakal makan di Gyumon, guys.

Begitu juga dengan orang-orang yang ada di sekitar kita.

If we're meant to be together, we will. But if not, ya we will not.

Sunday, November 19, 2017

Reputasi

Setelah penantian cukup lama, akhirnya album mbak Tay rilis jugaaaa hahaha. Mengusung judul album Reputation, di album ini mbak Tay kayak pengen nyindir orang-orang yang semacam merusak reputasi dia gitu lah. Ya as we know mbak Tay ini kan sering dijudge orang sebagai drama queen lah playing victim lah etc. Anyway walaupun kebully gitu tapi mbak Tay tetep bisa berkreasi anyway hahaha. Contohnya kayak yang sering dibilang orang-orang tentang mbak Tay, tiap dia abis putus pasti keluar album baru lol.

Well, kemaren gue sempet dateng ke sebuah tempat dimana di situ ada display pop up stage video klipnya mbak Tay, dalam rangka selebrasi peluncuran albumnya yang baru.

And here I am!

Alhamdulillah kesini bawa potograper jadi mayan dapet poto kece
Edan bahagia banget muka gue gan hahahaha padahal pas kesitu gue lagi dalam kondisi capek banget parah abis naik gunung dan di gunungnya bahkan darah rendah gue sempet kumat. Tapi pas kesini, semua kelelahan gue kek ilang hahaha.

Edisi fierce biar kayak cover albumnya
Anyway walaupun gue berencana beli albumnya, tapi gue tetep bingung sih abisan tetep bakal susah mau dengerin lagunya gimana karena laptop gue ga ada CD drivenya wk. Jadi, mari kita sama-sama berdoa supaya album Reputation-nya mbak Tay dirilis juga di Spotify aamiin.

Thursday, November 16, 2017

Slower

When we both know.
Without us saying any of those words.
But we can't do anything about that.
And just hope time will be slower.
And slower.
Or just stop.

Tuesday, November 7, 2017

Halo Pikiranku yang Mentok

Tidak apa-apa kok.
Tidak usah dipikirkan semuanya sekarang.
Satu-satu saja,
Pelan-pelan saja,
Fokus ke yang ada di depan mata dulu.
Dan jangan lupa libatkan Yang Di Atas dalam setiap apapun yang kita lakukan.
Insya Allah permasalahannya satu persatu akan selesai.
Iya, nggak akan selesai semua dalam satu waktu bersamaan.
Tapi pada waktunya.
Insya Allah.


-seseorang yang minggu depan deadline abstrak thesis tapi judulnya aja belum tau apa-

Saturday, November 4, 2017

FOMO

A: Kakak lagi kena virus FOMO sih.
B: Apaan tuh?
A: Fear of Missing Out
B: ...........................

Ya anyway my time has come sih to leave all of these perintilan and focus on my thesis thingy.

So,

Is it right to say good bye already? :)